Pengorbanan Guru di Daerah Bencana: Mengajar di Tenda Pengungsian Tanpa Fasilitas Layak
Pengorbanan Guru di Daerah Bencana: Mengajar di Tenda Pengungsian Tanpa Fasilitas Layak
Pengorbanan Guru di Daerah Bencana: Mengajar di Tenda Pengungsian Tanpa Fasilitas Layak
JAKARTA – Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas pengorbanan dan dedikasi para guru yang tetap setia mengajar anak-anak di tenda-tenda pengungsian bencana alam, seperti erupsi gunung berapi dan kabut asap kebakaran hutan/lahan (karhutla). Di tengah keterbatasan fasilitas, lantai tanah basah, serta ancaman paparan debu dan suhu ekstrem, para pendidik terus hadir menyalakan semangat belajar serta menjaga ketenangan emosional peserta didik.
4 Poin Utas Desakan dan Sikap Resmi PB PGRI
1. Intervensi Cepat Pengadaan Tenda dan Sarana Belajar Darurat
PGRI mendesak Kementerian Pendidikan, BNPB, dan Pemerintah Daerah untuk segera menerjunkan unit bantuan sekolah darurat yang layak. Tenda pengungsian belajar wajib dilengkapi dengan alas lantai anti-air, penerangan memadai, papan tulis portable, serta paket alat tulis dan modul literasi darurat (school-in-a-box) agar proses KBM tidak mengancam kesehatan fisik siswa dan guru.
2. Prioritas Pendampingan Psikososial (Trauma Healing)
Tugas guru di tenda pengungsian bukan sekadar mengejar ketercapaian kurikulum, melainkan memulihkan trauma (trauma healing) anak-anak terdampak bencana. PGRI meminta Kemendikdasmen dan Dinas Sosial menerjunkan tim ahli psikologis untuk mendampingi para guru sekaligus memberikan pembekalan teknik Psychological First Aid (PFA) yang praktis.
3. Jaminan Logistik, Layanan Kesehatan, dan APD Khusus Guru
4. Pencairan Tunjangan Khusus Bencana Tanpa Beban Administrasi
PB PGRI mendesak pencairan Tunjangan Khusus Daerah Bencana secara otomatis bagi seluruh guru yang bertugas di lokasi pengungsian. Pemerintah dilarang keras menyulitkan proses pencairan dengan syarat-syarat administrasi presensi fisik harian yang tidak masuk akal dalam kondisi kedaruratan.
Matriks Evaluasi Kebutuhan Riil Guru & Siswa di Tenda Pengungsian
| Komponen Pembelajaran | Kondisi Riskan di Pengungsian | Intervensi Mutlak Pemda & BNPB |
| Ruang Kelas Darurat | Tenda seadanya, berdebu, & panas/becek. | Pengadaan tenda standar bencana ber-AC/ventilasi aman & beralas. |
| Perlengkapan Belajar | Kertas, buku, & alat tulis rusak/terkubur. | Pendistribusian paket school-in-a-box & modul bacaan darurat. |
| Kesehatan & Sanitasi | Risiko ISPA, iritasi mata, & minim air bersih. | Posko kesehatan khusus guru/siswa & pembagian APD/masker N95. |
| Hak Keuangan Pendidik | Berisiko tertahan karena gangguan sistem. | Pencairan otomatis TPG & Tunjangan Khusus Bencana. |
“Di atas tanah basah dan di bawah lipatan tenda darurat, guru-guru kita menjaga nyala cita-cita anak bangsa. Pengorbanan ini adalah panggilan jiwa, dan negara wajib hadir memenuhi seluruh kebutuhan dasar serta melindungi hak-hak mereka.” — Pengurus Besar PGRI.
